Advertisement
Analisis | Akrobat Kelas Menengah Indonesia Mengatasi Besar Pasak daripada Tiang - Analisis Data Katadata
ANALISIS

Akrobat Kelas Menengah Indonesia Mengatasi Besar Pasak daripada Tiang

Foto: Katadata
Kelas menengah Indonesia makin tertekan karena biaya hidup naik lebih cepat daripada pendapatan. Ancaman “besar pasak daripada tiang” kerap menghantui.
Author's Photo
19 Mei 2026, 13.24
Button AI SummarizeBuat ringkasan dengan AI

Budi Mandala, 33 tahun, merasakan betul dampak perang di Timur Tengah terhadap kondisi perekonomian keluarganya. Harga barang kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan. Sebagai tenaga penjual di salah satu distributor daging impor di Tangerang Selatan, tekanan ekonomi membuat penjualannya berkurang. Alhasil, penghasilannya pun turun.

“Target makin sulit tercapai, sementara kebutuhan terus bertambah,” ujar Budi kepada Katadata, Rabu, 15 April.

Dalam kondisi seperti itu, penghasilannya tak lagi cukup fleksibel. Saat penjualan turun, ruang untuk menabung ikut menyempit. Bahkan, menyisihkan dana darurat pun menjadi hal yang sulit dilakukan secara konsisten.

Setelah menikah pada 2021 dan kini memiliki seorang anak, Budi mulai merancang masa depan keluarganya—termasuk mencicil biaya pendidikan dengan harapan putranya dapat memperoleh pendidikan di sekolah swasta. Dari penghasilannya, hanya sekitar 5% yang bisa dialokasikan untuk tabungan anak. Selebihnya habis untuk urusan dapur, listrik, hingga membantu orang tua.

Setelah lebih dari satu dekade bekerja lintas industri—dari hiburan, makanan dan minuman, transportasi, hingga logistik—Budi telah melewati berbagai fase ekonomi. Namun, situasi saat ini terasa berbeda. “Bertahan saja sudah terasa berat,” katanya.

Kisah Budi mencerminkan wajah kelas menengah Indonesia hari ini: tetap bekerja, tetap berpenghasilan, tetapi semakin sulit menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Pasak, dengan kata lain, mulai lebih besar daripada tiang.

Riset Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI), yang dirilis 15 April, mendapati tekanan yang dialami kelas menengah memang kian nyata. Padahal masyarakat kelas menengah adalah mayoritas populasi di Indonesia.

Editor: Aria W. Yudhistira


Buka di Aplikasi Katadata untuk pengalaman terbaik!

icon newspaper

Tanpa Iklan

Baca berita lebih nyaman

icon trending

Pilih Topik

Sesuai minat Anda

icon ai

Fitur AI

Lebih mudah berbagi artikel

icon star

Baca Nanti

Bagi Anda yang sibuk