Pinjaman cepat yang disiapkan mencapai US$ 14 miliar atau Rp 212 triliun untuk membantu perusahaan dan negara mencegah dan menanggapi penyebaran corona.
Penduduk kelas menengah juga mulai membelanjakan uangnya untuk pendidikan, kesehatan hingga mobil. Sedangkan warga miskin lebih banyak membeli makanan.