Menuju Transportasi Ramah Lingkungan
Transportasi ramah lingkungan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya polusi udara dan perubahan iklim. Kendaraan berbahan bakar fosil menghasilkan emisi karbon yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia.
Salah satu cara menciptakan transportasi ramah lingkungan adalah dengan mengembangkan kendaraan listrik. Kendaraan listrik menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, penggunaan sepeda dan berjalan kaki juga dapat menjadi pilihan untuk perjalanan jarak dekat.
Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur pendukung seperti jalur sepeda, trotoar yang aman, stasiun pengisian kendaraan listrik, dan transportasi umum rendah emisi. Tanpa infrastruktur yang memadai, masyarakat akan sulit beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Perubahan kebiasaan masyarakat juga sangat penting. Jika masyarakat mulai memilih transportasi yang lebih bersih, maka kualitas udara akan membaik dan kota menjadi lebih nyaman untuk dihuni.
Ringkasan
Transportasi ramah lingkungan dapat diwujudkan melalui kendaraan listrik, jalur sepeda, trotoar aman, dan transportasi umum rendah emisi. Perubahan ini membantu mengurangi polusi dan menciptakan kota yang lebih sehat.
Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri ESDM, Satya Hangga Yudha Widya Putra, dalam seminar nasional “Electric Vehicle Technology and Battery Acceleration Talk (ELECTRA) 2026” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Politeknik STMI Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Pemerintah saat ini memfokuskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sepenuhnya didukung oleh pembangkit energi baru terbarukan (EBT), bukan lagi berbasis energi fosil. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan manfaat ramah lingkungan kendaraan listrik benar-benar terwujud dari hulu hingga hilir.
Selain itu, penggunaan kendaraan listrik terbukti lebih efisien, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta yang padat lalu lintas, karena mampu menekan biaya energi dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak non-subsidi.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan MRT Jakarta fase 2A lintas Utara-Selatan. Wapres menegaskan pembangunan transportasi publik yang aman, nyaman, modern dan terintegrasi merupakan prioritas pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat perkotaan yang lebih baik.
巨大ザメから逃げようとするマグロが自ら人間に捕まりに行くww pic.twitter.com/D9bCfMIvcZ— 爆笑ツイート図鑑 (@N3umu) June 9, 2026