Terdampak Corona, Realisasi Investasi Asing Kuartal I Turun 9,2%

Image title
20 April 2020, 12:52
investasi asing, realisasi investasi triwulan 1 2020
Donang Wahyu|KATADATA
Pembangunan gedung perkantoran di kawasan bisnis Jakarta.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I 2020 sebesar Rp 98 triliun atau turun 9,2% dibandingkan triwulan I 2019. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, penurunan investasi asing tersebut terjadi akibat pandemi corona atau Covid-19.

"Realisasi investasi PMA mulai menurun pada pertengahan Maret karena terdampak pandemi Covid-19," kata Bahlil melalui konferensi video, Senin (20/4).

Sementara, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan I 2020 sebesar Rp 112,7 triliun, naik 29,3% secara tahunan. Secara keseluruhan, realisasi investasi pada triwulan I 2020 naik 8% secara tahunan, dari Rp 195,1 triliun menjadi Rp 210,7 triliun.

(Baca: Modal Domestik Meningkat, Realisasi Investasi Triwulan I 2020 Naik 8%)

Turunnya investasi asing membuat proporsi investasi domestik mendominasi total investasi. Pada triwulan I 2019, investasi asing memiliki porsi sebesar 55,3%, sementara PMDN sebesar 44,7% dari total investasi yang masuk. Sementara pada triwulan I 2020, andil investasi PMA menyusut jadi 46,5%, sedangkan PMDN sebesar 53,5% dari total investasi.

Bahlil menyebut kondisi ini memberikan petanda kepercayaan investor domestik meningkat. "Kepercayaan pengusaha domestik sudah mulai membaik terhadap kebijakan pemerintah dan seluruh kementerian/lembaga," ujar dia.

Investasi PMA tersebut sebagian besar berada pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yaitu US$ 1,5 miliar dengan total 323 proyek. Kemudian, investor asing juga menanamkan dananya pada sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 868,6 juta atau 220 proyek serta sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi US$ 806 juta sebanyak 346 proyek.

(Baca: Sri Mulyani: Ekonomi Kuartal I Tumbuh 4,6%, Pekan ke-2 Maret Menurun)

Selanjutnya, jumlah PMA pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 602,9 juta dengan total 490 proyek, serta industri kimia dan farmasi sebesar US$ 569,4 juta dengan jumlah 508 proyek.

Berdasarkan asal negara, investor terbesar di Indonesia ialah Singapura dengan nilai investasi US$ 2,7 miliar serta 3.006 proyek. Selanjutnya, Tiongkok menempati posisi investor kedua terbesar di Indonesia dengan nilai US$ 1,2 triliun dan 650 proyek.

Setelah itu, investasi Hongkong RRT sebesar US$ 634,1 juta dengan 554 proyek, Jepang US$ 604,2 juta dengan 1.519 proyek, dan Malaysia US$ 480 miliar dengan 800 proyek.

Bahlil pun berharap pandemi corona akan berakhir pada Mei mendatang. Dengan demikian, ia berharap realisasi investasi akan meningkat pada triwulan III dan IV.

(Baca: Dana Asing Kabur Rp 2,2 Triliun, Saham Perbankan Terbanyak Dilepas)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...