Di Paris Air Show, Airbus Catat 123 Pesanan Pesawat, Boeing Nol

Morris71/123RF.com
Boeing belum mendapatkan pesanan baru untuk pesawat 737 MAX dalam Paris Air Show tahun ini.
Penulis: Hari Widowati
18/6/2019, 10.50 WIB

Pameran dirgantara bergengsi Paris Air Show menjadi ajang bagi para produsen pesawat komersial maupun militer untuk memamerkan produk terbarunya. Airbus mendapatkan pesanan 123 pesawat pada hari pertama sedangkan pesaingnya, Boeing Co belum menerima satu pun pesanan.

Airbus meluncurkan pesawat barunya A321XLR yang mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan tipe A321neo yang populer di kalangan maskapai penerbangan global. Pesawat jet baru tersebut akan dioperasikan mulai 2023. "Kami yakin ada permintaan yang besar untuk pesawat baru ini," kata CEO Airbus Guillaume Faury, seperti dikutip CNBC.com.

Maskapai nasional Lebanon, Middle East Airlines, menjadi pelanggan pertama yang memesan empat pesawat A321XLR. Virgin Atlantic membeli 14 pesawat A330-900 yang merupakan pesawat berbadan lebar. Pesanan terbesar datang dari Air Lease Corporation yang mencapai 100 pesawat, antara lain 27 pesawat tipe A321XLR dan 50 A220-300.

Sementara itu, CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan bahwa Paris Air Show bukan hanya ajang untuk mendapatkan pesanan baru. Boeing menggunakan kesempatan tersebut untuk meyakinkan para konsumen dan pemasoknya bahwa perusahaan membuat banyak perbaikan agar pesawat 737 MAX yang bisa segera mengudara kembali. 

Sejumlah otoritas penerbangan dunia menerapkan larangan terbang terhadap Boeing 737 MAX pascajatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dan Lion Air. Dua kecelakaan tersebut terjadi dalam waktu kurang dari enam bulan.

"Kami akan kembali menerbangkan 737 MAX jika sudah dinyatakan aman. Itu adalah hal yang paling penting di sini," kata Muilenburg kepada CNBC. Boeing juga mengumumkan divisi leasing pesawat milik General Electric (GECAS) mengubah pesanan sepuluh pesawat 737-900 ke jenis pesawat kargo. Pesanan ini tidak dihitung sebagai pesanan baru karena merupakan konversi dari pesawat jet yang sudah diserahkan oleh Boeing kepada konsumennya. Meski demikian, Boeing akan mendapat dana segar dari transaksi tersebut.

(Baca: Dilarang Terbang, CEO Boeing Harap 737 Max Dapat Mengudara Akhir 2019)

Pesanan Pesawat Melambat

Menurut riset Cowen, Boeing dan Airbus mendapatkan pesanan sebanyak 500 pesawat dalam Paris Air Show tiga tahun terakhir. Tahun ini diperkirakan bakal mencatat pemesanan terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak ada orang yang mau menjadi pemesan pertama pesawat 737 MAX," kata Analis dirgantara Cowen, Cai von Rumohr seperti dikutip CNN.com. Pemesanan pesawat Boeing stagnan sejak larangan terbang terhadap 737 MAX diterapkan Maret lalu. Beberapa maskapai penerbangan juga menuntut kompensasi dari Boeing atas dampak larangan terbang tersebut.

Rumohr menyatakan, pesanan baru untuk pesawat 737 MAX akan membantu Boeing mengubah persepsi pasar terhadap masalah yang dihadapi jenis pesawat tersebut. Boeing bisa saja memberi diskon besar-besaran untuk mengatasi paceklik order.

Namun, permintaan terhadap pesawat jet lorong tunggal (single aisle) dari Boeing maupun Airbus tahun ini diperkirakan tidak akan sebaik tahun-tahun sebelumnya. Maskapai penerbangan dunia telah memesan ribuan pesawat jet dalam beberapa tahun terakhir. "Mereka sudah memesan 11 ribu pesawat, kebutuhan mereka (maskapai) sudah terpenuhi," kata Analis dirgantara dari Teal Group, Richard Aboulafia kepada CNN.

(Baca: Nilai Pasarnya Anjlok, Pemegang Saham Gugat Boeing)