Tekan Beban Usaha selama 2019, Garuda Akhirnya Cetak Untung Rp 98 M

Ihya Ulum Aldin
30 Maret 2020, 20:13
garuda indonesia, giaa, laba bumn, laba bersih garuda indonesia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 4,57 miliar, tumbuh 5,6% dari tahun sebelumnya US$ 4,33 miliar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Garuda Indonesia Tbk berhasil membukukan laba bersih sepanjang 2019 sebesar US$ 6,98 juta atau setara Rp 97,8 miliar dengan asumsi kurs Rp 14 ribu per dolar AS. Capaian tersebut berbalik dibanding 2018 yang mencatatkan rugi sebesar US$ 231,15 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan hari ini, Senin (30/3), emiten berkode saham GIAA ini mengantongi pendapatan usaha sebesar US$ 4,57 miliar, tumbuh 5,6% dari tahun sebelumnya US$ 4,33 miliar.

(Baca: Erick Pastikan Proyek Kereta Cepat Tak Bakal Ditunda akibat Corona)

Kenaikan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh pendapatan dari penerbangan berjadwal yang tahun lalu US$ 3,77 miliar yang tumbuh 6,9% dari tahun sebelumnya US$ 3,52 miliar. Sedangkan beban usaha mampu turun 4% dibanding 2018 menjadi US$ 4,59 miliar. 

Adapun salah satu komponen paling besar yang membuat beban Garuda berkurang adalah operasional penerbangan yang turun 6,8% dari US$ 2,73 miliar menjadi US$ 2,54 miliar. Maskapai BUMN ini mampu menekan beban pemeliharaan dan perbaikan sebesar 5% dari US$ 566 juta menjadi US$ 538 juta. Beban bandarajuga turun 4,8% dari US$ 404 juta menjadi US$ 384 juta.

(Baca: Rugikan Driver, Asosiasi Ojol Dukung Jokowi Tak Terapkan Lockdown)

Di sisi lain, perusahaan sebenarnya mengalami kerugian atas selisih kurs dengan nilai bersih US$ 32,6 juta, berbalik dibanding 2018 yang mencatat US$ 28,36 juta. Meski demikian, perusahaan secara keseluruhan masih mampu membukukan laba usaha  US$ 147,01 juta, berbalik dari rugi usaha US$ 199,1 juta pada 2018.

Catatan lainnya, total aset perusahaan pada akhir tahun lalu mencapai US$ 4,45 miliar atau lebih besar 7,2% dibandingkan dengan posisi pada akhir  2018. Sedangkan total liabilitas naik 6,26% dari US$ 3,51 miliar menjadi US$ 3,73 miliar.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...